Bantu Pengungsi Rohingya Terampil Kerja

Indonesia bantu pengungsi – Penampungan ini bekerja sama dengan Tubuh Komisi Tinggi PBB guna Pengungsi yang memiliki wejangan untuk mengurus masalah pelarian di Indonesia, sesuai beserta pepres tersebut. “Walaupun Nusantara belum meratifikasi Konvensi Akan halnya Penanganan Pengungsi, tapi praktiknya sudah lebih dari 17 tahun, Indonesia melakukan pemberian bantuan berkaitan dengan suaka HAM bagi mereka, ” ujar Ronny F Sompie, dalam acara sosialisasi dengan diadakan di Hotel Pullman, Jakarta Pusat,Direktur Hak Asasi Khalayak dan Kemanusiaan Kemlu RI, Achsanul Habib, menuturkan belasan ribu pengungsi itu mayoritas berasal dari Afghanistan, Somalia, Bangladesh, Myanmar, Sri Lanka hingga Iran.

Dalam membelalak pers di Kementerian Pendatang Negeri, Selasa (9/7), Penyelenggara Perwakilan UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi) di Indonesia, Thomas Vargas, mengakui lembaganya kekurangan kapital untuk membantu para pengungsi. Saat ini, menurut petunjuk UNHCR, terdapat sekitar 65 juta pengungsi disemua dunia. Konsentrasi pengungsi terbanyak tersedia di Bangladesh, yang menegah sekitar hampir 1 juta etnis Rohingya yang melarikan diri akibat kekerasan dan persekusi di Rakhine, Myanmar. Dapat diketahui, gelombang pengungsi menjadi masalah global sekarang, ketika perang dan konflik terus berkecamuk di berbagai belahan dunia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyoroti meningkatnya kedatangan pengungsi manusia perahu dari etnis Rohingya. Dalam dua hari terakhir, Indonesia sudah order hampir 400 pengungsi etnis Rohingya. Dan solusi zaman panjang kini menunggu pemerintah, seperti diungkapkan Akmal Haris dari Organisasi Internasional untuk Migrasi. Para pengungsi kini ditempatkan di sebuah gedung bekas tempat pelelangan ikan yang tidak terpakai pada Kuala Cangkoi, Aceh Utara.

“Jadi buat itulah Indonesia mengusulkan sebuah statement ARF terkait treatment of children recruited by or associated with terrorist groups, yang insyaallah siap disepakati dan ini menjadi hasil dari temuan ARF, ” imbuhnya. Menurutnya, stagnasi dan kemiskinan akibat pandemi akan meningkatkan kemungkinan hadirnya kelompok dari gerakan terorisme. Menurut Retno, saat itu para pengungsi tersebut berada di BLK Meunasah, Lhokseumawe. Ia mengungkapkan seluruh pengungsi itu juga sudah dinyatakan nonreaktif saat dilakukan tes rapid COVID-19.

Sementara itu, Retno pun mengungkapkan, per 7 September 2020, Nusantara telah menerima 296 pelarian dari etnis Rohingya. Retno mengingatkan pentingnya agar akar masalah etnis Rohingya di Myanmar dapat segera diatasi. Ia juga menekankan pentingnya negara di ASEAN berbagi tanggung jawab untuk memadamkan persoalan tersebut. Hal itu diungkapkan Retno dalam pertemuan ASEAN Regional Forum secara virtual yang dilakukan tarikh ini. Di situ, Retno juga membahas isu terpesona Laut China Selatan juga ancaman gerakan terorisme pada masa pandemi COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *